Yogyakarta — Workshop Penguatan Daya Saing Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi dibuka pada Rabu (11/02/2026) di Yogyakarta. Hari pertama kegiatan menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan penguatan arah strategis pengembangan fakultas menuju keunggulan berkelanjutan 2026–2030.
Kegiatan diawali dengan keynote speech Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa seluruh capaian dan program kerja fakultas harus sejalan dengan visi dan misi universitas.
“Kinerja universitas bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi harus terukur dan selaras dengan visi besar institusi. Setiap fakultas memiliki tanggung jawab strategis dalam mewujudkan arah tersebut,” tegas Rektor.

Beliau menekankan bahwa indikator kinerja UIN Siber tahun ini dapat dilihat dari meningkatnya posisi pada World University Rankings 2026, terpenuhinya Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN Tahun 2023, serta implementasi ASTA PROTAS (8 Program Prioritas) Kementerian Agama Tahun 2025–2029.
“Kita harus mampu menunjukkan progres yang nyata, baik pada level nasional maupun internasional. Reputasi akademik, tata kelola, dan dampak tridharma harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen konkret, langkah dan program strategis tersebut telah dituangkan dalam 10 Program Prioritas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagaimana tertuang dalam SK Rektor Nomor 266 Tahun 2025 tanggal 13 Februari 2025. Dokumen ini menjadi panduan strategis bagi seluruh fakultas dalam menyusun program kerja yang terukur, relevan, dan berdampak.

Pada sesi berikutnya, Dr. Denies Priantinah, SE., M.Si., CA, CertDA. yang meruapakan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyajarta (UNY), menyampaikan materi tentang Penguatan Daya Saing Menuju Keunggulan Berkelanjutan 2026–2030. Dalam paparannya, beliau menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan perguruan tinggi.
“Kampus tidak bisa lagi hanya menjadi teaching institution. Kita harus bertransformasi menjadi knowledge hub—pusat inovasi, pusat solusi, dan pusat kolaborasi,” ungkapnya.
Menurutnya, persaingan antar perguruan tinggi kini telah melampaui batas geografis. Fakultas harus siap menghadapi kompetisi yang bersifat global.
“Pertanyaannya bukan lagi siapa pesaing kita di wilayah sekitar, tetapi bagaimana posisi kita di tingkat global. Apa daya saing yang kita tawarkan? Apa ciri khas FEBI UIN Siber yang membuat kita berbeda?” jelasnya.
Beliau juga menyoroti peluang besar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global di masa depan. Momentum ini, menurutnya, harus ditangkap secara strategis oleh FEBI melalui penguatan kurikulum, riset, dan kompetensi lulusan.

“Lulusan tahun 2030 harus memiliki kompetensi yang adaptif, literasi digital yang kuat, kemampuan analitis, serta pemahaman ekonomi syariah yang berstandar global,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transformasi riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata.
“Riset tidak boleh hanya selesai di jurnal. Riset harus hadir sebagai solusi nyata, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ekosistem inovasi,” tegasnya.
Hari pertama workshop ini menjadi fondasi penting dalam menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan merumuskan strategi konkret FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadapi tantangan global serta mewujudkan keunggulan berkelanjutan pada periode 2026–2030.

